Rasa nyaman bersamanya terlalu dalam sampai aku lupa siapa
dia. Aku takut salah mengartikan senyum, tatap, bahkan semua perhatian itu. Ingin
selalu berada bersama raga dan bahkan juga hatinya. Berawal dari rasa nyaman
lalu sayang hingga akhirnya takut kehilangan. Takut dia hilang dan semua
perhatiannya beralih ketika dia mulai mengukir satu nama dihatinya, ketika
senyumnya tak lagi untukku.
Maaf aku terlalu egois untuk hal ini, untuk hal
yang tak pernah terpikir bahkan terlintas sebelumnya. Aku tak pernah menduga
feeling aneh ini, terlintas pun tak pernah di benakku.
Duduk berdua tanpa harus memikirkan orang lain dihatinya
lebih dari cukup untuk mengisi senja sepi ini. Menikmati senyum dan setiap
katanya hanya untukku sendiri. Aku terlalu menikmatinya sampai aku lupa
statusnya. Status dengan perasaan yang sulit dideskripsikan ini. Mengapa harus
terperangkap hubungan rumit ini?
Terjalin bersamanya lebih dari cukup dan mengizinkannya
menjadi salah satu orang terdekat yang mengenalku lebih dalam. Tapi hati ini
yang salah, membiarkannya masuk ke dalam ruang istimewa hati dan menahannya
diam disana.
Cukup! Aku takut terjerumus lebih dalam pada perasaan semu
ini, tapi aku juga manusia. Aku tak bisa melarang hati, maaf. Aku hanya bisa
diam dan memendam, berusaha mengabaikan dan biarkan pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar