Sabtu, 18 April 2015

Makalah: Kurangnya Usaha dan Kesadaran Remaja dalam Menggali Potensi Diri

Read guys,


KURANGNYA USAHA DAN KESADARAN REMAJA DALAM MENGGALI POTENSI DIRI
Makalah
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Oleh
Yohana Eunike Stefi Situmorang
SMP Negeri 1 Tebing Tinggi
2015



Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih karuniaNya saya dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi salah satu tugas pelajaran bahasa Indonesia.
Dalam penyusunan makalah ini pasti banyak ditemukan hambatan. Maka dari itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Yth:
1.      Ibu Nur Damayanti, spd, selaku Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing saya dalam membuat makalah ini
2.      Kedua orang tua saya yang telah mendukung secara moral dan materi
3.      Teman-teman terdekat saya, yang tak lelah mengingatkan saya akan makalah ini
Saya menyadari bahwa penyusunan makalah ini jauh dari kata sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari guru mata pelajaran guna menjadi pedoman dalam pengalaman saya untuk menjadi lebih baik  di masa yang akan datang.
Tebing Tinggi/ April 2015






Yohana Eunike Stefi Situmorang



Daftar Isi
Kata Pengantar……………………………………………………………….......... i
Daftar Isi…………………………………………………………………………...ii
BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………….…..1
1.1  Latar Belakang…………………………………………………………1
1.2  Rumusan Masalah ………………………………………..………....…2
1.3  Tujuan Penulisan………………………………………………………2
1.4  Metode Penulisan ……………………………………………………...3
1.5  Sistematika Penulisan………………………………………………….3
BAB 2 PEMBAHASAN…………………...……………………………………...4
            2.1 Pengertian Potensi ……………………………………………………..4
            2.2 Cara Meningkatkan Kesadaran Remaja dalam Menggali Potensi Diri...4
                        2.2.1 Remaja Harus Berani Mengambil Jalan yang Berbeda………4
                        2.2.2 Tidak memperdulikan perkataan orang lain………………….5
2.2.3 Mengetahui Apa yang Ingin Remaja Lakukan
dengan Hidupnya…………………………………………….5
                        2.2.4 Berpikir Positif……………………………………………….5
                        2.2.5 Bergerak Cepat dalam Mencapai Tujuan………………….…5
            2.3 Hal yang Harus Dihindari Ketika Menggali Potensi Diri………..……6
                        2.3.1 Sifat egois……………………………………………………6
                        2.3.2 Rasa malas…………………………………………………...6
                        2.3.3 Menunda Pekerjaan………………………………………….7
2.4 Orang-orang yang Berperan Penting dalam Meningkatkan
Motivasi dan Kesadaran Remaja Terhadap Potensinya……………….7
      2.4.1 Orang Tua……………………………………………………7
      2.4.2 Guru………………………………………………………….8
                        2.4.3 Teman………………………………………………………..8
BAB 3 PENUTUP……………...………………………………………………..10
3.2  Kesimpulan…………....………………….…………………………..10
3.3  Saran………………………………………………………………….10
Daftar Pustaka.…....………...……………………………………………………11



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan generasi muda penerus bangsa. Masa  depan suatu bangsa sepenuhnya berada di tangan mereka. Tetapi bagaimana bisa suatu bangsa memiliki masa depan yang gemilang, sementara para penerusnya tidak menyadari potensi yang mereka miliki.
      Saya sering mengamati betapa rentannya remaja masa kini terserang berbagai hal yang dapat menurunkan semangat hidup dan keinginan untuk maju. Sebagai contoh kecil, remaja sekarang lebih sering menghabiskan waktunya untuk melakukan hal yang sama sekali tidak mengasah potensinya, seperti nongkrong di kafe, hura-hura sana-sini, dan masih banyak lagi. Dengan begitu remaja tidak akan pernah menyadari potensi yang dia miliki.
      Membahas mengenai remaja dan generasi muda yang makin marak akhir-akhir ini. Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya kesadaran berbagai pihak akan potensi yang dimiliki remaja dan generasi muda. Mulai dari tingkat pemerintah dengan program pemberdayaannya, lokal sekolah dengan ekstrakurikulernya yang dinamis dan bahkan pihak swastapun ikut memanfaatkan beragam keunikan yang ada pada dunia ramaja. Sekali lagi, semua dilakukan karena tumbuhnya kesadaran bahwa remaja adalah masa
depan  bangsa dengan  segala  potensinya.  Ini semua  berarti  pihak  pemerintah
maupun swasta mendukung para remaja dalam mengasah potensi diri mereka.
Berbagai usaha dilakukan oleh banyak pihak dalam menggali potensi dan membentuk karakter para remaja. Tetapi ada saja hambatan dalam menjalankan usaha itu. Salah satunya adalah kurangnya usaha dan kesadaran dari remaja itu sendiri. Itu memang benar, sebuah target akan terlaksana dengan baik jika si pembuat target mempunyai usaha dan niat yang tinggi. Jadi tanpa adanya kesadaran dari para remaja, usaha dari pihak-pihak tersebut akan terbuang sia-sia
Berdasarkan paparan di atas, saya ingin membahas beberapa solusi dalam menangani masalah tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
-          Pengertian Potensi
-          Bagaimana cara meningkatkan kesadaran remaja dalam menggali potensi dirinya?
-          Hal apa saja yang harus dihindari ketika menggali potensi diri?
-          Siapa yang paling berperan dalam menggali potensi para remaja?

1.3  Tujuan Penulisan
Makalah yang disusun bertujuan untuk memenuhu salah satu tugas bahasa Indonesia. Selain itu, makalah ini juga disusun untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mengembangkan potensinya sebagai generasi penerus bangsa, sehingga menciptakan masa depan bangsa yang gemilang

1.4  Metode Penulisan
Pada penyusunan makalah ini, saya menggunakan metode studi pustaka. Selain dengan menggunakan buku cetak sebagai refrensi, saya juga melakukan studi pustaka dengan menggunakan media internet.
1.5   Sistematika Penulisan
Penyusunan makalah ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir. Pada bagian awal yaitu cover, kata pengantar dan daftar isi.
Kemudian pada bagian utama penulis membagi menjadi tiga bab yaitu :
Bab pertama merupakan pendahuluan yang terdiri dari : (1) Latar belakang, (2) Rumusan masalah, (3) Tujuan penulisan, (4) Metode penulisan, dan (5) Sistematika penulisan
Bab kedua berisi uraian, yang terdiri dari : Pengertian potensi,  Cara meningkatkan kesadaran remaja dalam menggali potensi diri, Hal yang harus dihindari ketika menggali potensi diri, Orang-orang yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan kesadaran remaja terhadap potensinya.
Bab ketiga merupakan penutup, yang berisi kesimpulan dari seluruh makalah  ini, penutup dari penulis, serta daftar pustaka.


BAB 2
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Potensi
            Menurut Udo Yamin Efendi Majdi (2007: 86), kata potensi adalah serapan dari bahasa Inggris: potencial. Artinya ada dua kata, yaitu, (1) kesanggupan; tenaga (2) dan kekuatan; kemungkinan.
Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, definisi potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kesanggupan, daya.
Intinya secara sederhana, potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan  untuk dikembangkan  jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.
2.2  Cara Meningkatkan Kesadaran Remaja dalam Menggali Potensi Diri
Seperti yang telah saya paparkan di atas, tingkat usaha dan kesadaran remaja dalam menggali potensinya masih sangat rendah. Untuk itu saya ingin memberikan beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran para remaja
2.2.1        Remaja Harus Berani Mengambil Jalan yang Berbeda
Dalam hal ini remaja harus mampu mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang ditempuh banyak orang. Sebagai contoh, jika banyak orang lebih senang menghabiskan waktu luangnya dengan berbagi status di sosial media. Kita, para remaja sebaiknya menghabiskan waktu luang dengan bermain alat musik, berlatih bela diri, bimbingan belajar, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang dapat menggali potensi.
2.2.2        Tidak Memperdulikan Perkataan Orang Lain
Dalam hal ini, tidak semua masukan dari mereka harus diabaikan. Maka dari itu, remaja dituntun untuk memilih masukan mana yang harus mereka terima dan mana yang harus diabaikan. Masukan yang harus mereka terima tentu saja berupa perkataan-perkataan yang membangun, sebaliknya masukan yang harus diabaikan berupa perkataan yang dapat menjatuhkan semangat mereka untuk maju.
2.2.3        Mengetahui Apa yang Ingin Remaja Lakukan dengan Hidupnya
            Dengan mengetahui tujuan hidup ke depan, remaja menjadi focus beraktivitas demi mewujudkan mimpi dan tidak mempunyai waktu untuk hal-hal yang tidak penting.
2.2.4        Berpikir Positif
              Remaja selalu berusaha untuk mengambil hikmah dari semua kejadian dalam hidupnya. Menang atau kalah, berhasil atau gagal itu merupakan hal yang sering dan biasa terjadi dalam kehidupan. Untuk itu, remaja dituntun untuk berpikir positif dalam bertindak.
2.2.5        Bergerak Cepat dalam Mencapai Tujuan
            Remaja sering melupakan hal ini, remaja cenderung bertindak “lamban” dalam mencapai tujuannya. “Lamban” dalam hal ini adalah remaja cenderung menunda-nunda, dan selalu menganggap remeh suatu pekerjaan. Ini yang selalu membuat para remaja gagal dalam mencapai tujuannya.
2.3  Hal yang Harus Dihindari Ketika Menggali Potensi Diri
Ada beberapa hal yang sering membuat para remaja lupa pada potensinya. Untuk itu, dalam menggali potensi remaja wajib menghindari hal ataupun sifat yang dapat menghancurkan niat mereka, seperti;
2.3.1        Sifat Egois
            Egois merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egois berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain. Sifat egois sangat merajarela di kalangan remaja, sifat egois cenderung memaksa kita untuk balas dendam. Hanya karena hal sepele kita langsung merasa dendam. Maka sabar menjadi salah satu kunci untuk menenangkan diri.
2.3.2        Rasa Malas
Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Oleh karena itu, untuk menghindari perasaan malas tersebut remaja harus menumbuhkan kebiasaan disiplin diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian.

2.3.3        Menunda Pekerjaan
Beberapa faktor yang mempengaruhi manusia untuk menunda pekerjaan adalah; (1) stress, (2) rasa malas, (3) kurangnya motivasi, (4) kurangnya disiplin, (5) kebiasaan buruk, dan (6) kurangnya keterampilan yang dibutuhkan. Oleh sebab itu remaja bahkan orang dewasa lain wajib menghindari faktor-faktor tersebut guna mencegah kebiasaan menunda. Remaja harus menanamkan dalam pikirannya “stop penundaan”, karena pola pikir membentuk kebiasaan. Kebiasaan membentuk karakter. Karakter membentuk nasib. Nasib menguatkan pola pikir kembali.
2.4  Orang-orang yang Berperan Penting dalam Meningkatkan Motivasi dan Kesadaran Remaja Terhadap Potensinya.
Selain kemauan dari diri sendiri, remaja juga harus didukung oleh beberapa pihak, antara lain;
2.4.1        Orang Tua
Dalam hal ini orang tua berperan sangat penting membimbing remaja untuk menggali potensinya. Menurut Stainback dan Susan (1999) peran orang tua antara lain: (a) Peran sebagai fasilitator. Orang tua bertanggung jawab menyediakan diri untuk terlibat dalam membantu belajar anak di rumah, mengembangkan keterampilan belajar yang baik, memajukan pendidikan dalam keluarga dan menyediakan sarana alat belajar seperti tempat belajar, penerangan yang cukup, buku buku pelajaran dan alat-alat tulis. (b) Peran sebagai motivator. Orang tua akan memberikan motivsi kepada anak dengan cara meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas rumah, mempersiapkan anak untuk menghadapi ulangan, mengendalikan stres yang berkaitan dengan sekolah, mendorong anak untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sekoalah dan memberi penghargaan terhadap prestasi belajar anak dengan memberi hadiah maupun kata-kata pujian. (c) Peran sebagai pembimbing atau pengajar. Orang tua akan memberikan pertolongan kepada anak dengan siap membantu belajar melalui pemberian penjelasan pada bagian yang sulit dimengerti oleh anak,
membantu anak mengatur waktu belajar, dan mengatasi masalah belajar dan tingkah laku anak yang kurang baik.
2.4.2        Guru
Guru merupakan salah satu pihak penting dalam meningkatkan kesadaran dan motivasi remaja. Untuk itu, guru wajib membimbing para remaja dalam menggali potensinya, dengan cara; (1) Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik, (2) memperkenalkan saingan dan kompetisi kepada peserta didik, (3) memberikan penghargaan ataupun hukuman, dan (4) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
2.4.3        Teman
            Peran seorang teman sangatlah penting dikalangan remaja, karena teman adalah hal yang membantu kita dalam menemukan jati diri. Ketika dalam proses pencarian jati diri, teman juga akan mempengaruhi bagaimana sikap kita. Biasanya ketika menemukan kecocokan dengan temannya seseorang akan mudah terpengaruh dengan temannya tersebut. Diposisi inilah teman berperan dalam menentukan sifat seseorang apabila seorang remaja tidak bisa membatasi mana hal yang baik dan hal yang buruk. Karena kebanyakan apabila sudah menjadi teman akrab ia tidak akan pernah memperhatikan hal baik atau buruk asalkan dilakukan bersama. Hal ini lah yang harus diperhatikan agar seorang remaja tidak terjerumus ke hal-hal buruk.





BAB 3
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
(1)   Potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan  untuk dikembangkan  jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai
(2)   Cara meningkatkan kesadaran remaja dalam menggali potensi diri yaitu: berani mengambil jalan yang berbeda, tidak mendengarkan perkataan negative dari orang lain, mengetahui apa yang ingin dilakukan remaja dengan hidupnya, berpikir positif, dan bergerak cepat dalam mencapai tujuan.
(3)   Beberapa hal yang harus dihindari ketika menggali potensi yaitu: sifat egois, rasa malas, dan menunda pekerjaan.
(4)   Orang tua, guru, dan teman merupakan orang-orang yang sangat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan motivasi pada remaja.
3.2  Saran
Pada kenyataannya, pembuatan makalah ini masih bersifat sangat sederhana dan tak lepas dari kesalahan. Oleh sebab itu dalam penyusunan makalah inipun masih memerlukan kritikan dan saran bagi pembahasan materi tersebut.




Daftar Pustaka
Majdi, Udo Yamin Efendi. (2007). Quranic Quotient. Jakarta: Qultum Media.
Ollie. (2014). The Power In You. Jakarta: GagasMedia
Habsari, Sri. (2005). Bimbingan & Konseling SMA kelas XI. Jakarta: Grasindo
Prihadhi, Endra K. (2004). My Potensi. Jakarta: Elek Media Komputindo.
Wiyono, Slamet. (2006). Managemen Potensi Diri. Jakarta: PT Grasindo.
http://dheeazz.blogspot.com/
https://grahalcc.wordpress.com/2011/05/12/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa/
http://zoneblog123.blogspot.com/2015/03/peran-sahabat-atau-teman-di-kalangan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Potensi_diri

sekian, jangan lupa kritik/sarannya guys :)