KURANGNYA USAHA DAN KESADARAN
REMAJA DALAM MENGGALI POTENSI DIRI
Makalah
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Oleh
Yohana
Eunike Stefi Situmorang
SMP Negeri 1 Tebing Tinggi
2015
Kata
Pengantar
Puji
syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih
karuniaNya saya dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi salah satu tugas
pelajaran bahasa Indonesia.
Dalam penyusunan makalah ini pasti banyak ditemukan
hambatan. Maka dari itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih yang
sedalam-dalamnya kepada Yth:
1. Ibu Nur Damayanti, spd, selaku Guru
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing saya dalam membuat makalah
ini
2. Kedua orang tua saya yang telah
mendukung secara moral dan materi
3. Teman-teman terdekat saya, yang tak
lelah mengingatkan saya akan makalah ini
Saya menyadari bahwa penyusunan makalah ini jauh
dari kata sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya mengharapkan
kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari guru mata pelajaran
guna menjadi pedoman dalam pengalaman saya untuk menjadi lebih baik di
masa yang akan datang.
Tebing
Tinggi/ April 2015
Yohana Eunike
Stefi Situmorang
Daftar Isi
Kata Pengantar………………………………………………………………..........
i
Daftar
Isi…………………………………………………………………………...ii
BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………….…..1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah
………………………………………..………....…2
1.3 Tujuan
Penulisan………………………………………………………2
1.4 Metode Penulisan
……………………………………………………...3
1.5 Sistematika
Penulisan………………………………………………….3
BAB 2 PEMBAHASAN…………………...……………………………………...4
2.1 Pengertian Potensi
……………………………………………………..4
2.2 Cara Meningkatkan Kesadaran
Remaja dalam Menggali Potensi Diri...4
2.2.1 Remaja Harus
Berani Mengambil Jalan yang Berbeda………4
2.2.2 Tidak
memperdulikan perkataan orang lain………………….5
2.2.3
Mengetahui Apa yang Ingin Remaja Lakukan
dengan
Hidupnya…………………………………………….5
2.2.4 Berpikir
Positif……………………………………………….5
2.2.5 Bergerak Cepat
dalam Mencapai Tujuan………………….…5
2.3 Hal yang Harus Dihindari
Ketika Menggali Potensi Diri………..……6
2.3.1
Sifat egois……………………………………………………6
2.3.2
Rasa malas…………………………………………………...6
2.3.3
Menunda Pekerjaan………………………………………….7
2.4
Orang-orang yang Berperan Penting dalam Meningkatkan
Motivasi
dan Kesadaran Remaja Terhadap Potensinya……………….7
2.4.1 Orang Tua……………………………………………………7
2.4.2 Guru………………………………………………………….8
2.4.3
Teman………………………………………………………..8
BAB
3 PENUTUP……………...………………………………………………..10
3.2 Kesimpulan…………....………………….…………………………..10
3.3 Saran………………………………………………………………….10
Daftar Pustaka.…....………...……………………………………………………11
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Masa
remaja merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan generasi muda penerus
bangsa. Masa depan suatu bangsa
sepenuhnya berada di tangan mereka. Tetapi bagaimana bisa suatu bangsa memiliki
masa depan yang gemilang, sementara para penerusnya tidak menyadari potensi
yang mereka miliki.
Saya sering mengamati betapa
rentannya remaja masa kini terserang berbagai hal yang dapat menurunkan
semangat hidup dan keinginan untuk maju. Sebagai contoh kecil, remaja sekarang
lebih sering menghabiskan waktunya untuk melakukan hal yang sama sekali tidak
mengasah potensinya, seperti nongkrong di kafe, hura-hura sana-sini, dan masih
banyak lagi. Dengan begitu remaja tidak akan pernah menyadari potensi yang dia
miliki.
Membahas mengenai remaja dan generasi muda
yang makin marak akhir-akhir ini. Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya
kesadaran berbagai pihak akan potensi yang dimiliki remaja dan generasi muda.
Mulai dari tingkat pemerintah dengan program pemberdayaannya, lokal sekolah
dengan ekstrakurikulernya yang dinamis dan bahkan pihak swastapun ikut
memanfaatkan beragam keunikan yang ada pada dunia ramaja. Sekali lagi, semua
dilakukan karena tumbuhnya kesadaran bahwa remaja adalah masa
depan bangsa dengan segala potensinya.
Ini semua berarti pihak pemerintah
maupun swasta mendukung para remaja dalam mengasah potensi diri
mereka.
Berbagai usaha dilakukan oleh banyak
pihak dalam menggali potensi dan membentuk karakter para remaja. Tetapi ada
saja hambatan dalam menjalankan usaha itu. Salah satunya adalah kurangnya usaha
dan kesadaran dari remaja itu sendiri. Itu memang benar, sebuah target akan
terlaksana dengan baik jika si pembuat target mempunyai usaha dan niat yang
tinggi. Jadi tanpa adanya kesadaran dari para remaja, usaha dari pihak-pihak
tersebut akan terbuang sia-sia
Berdasarkan paparan di atas, saya
ingin membahas beberapa solusi dalam menangani masalah tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
-
Pengertian
Potensi
-
Bagaimana
cara meningkatkan kesadaran remaja dalam menggali potensi dirinya?
-
Hal
apa saja yang harus dihindari ketika menggali potensi diri?
-
Siapa
yang paling berperan dalam menggali potensi para remaja?
1.3 Tujuan Penulisan
Makalah yang disusun bertujuan untuk
memenuhu salah satu tugas bahasa Indonesia. Selain itu, makalah ini juga
disusun untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mengembangkan potensinya
sebagai generasi penerus bangsa, sehingga menciptakan masa depan bangsa yang
gemilang
1.4 Metode Penulisan
Pada penyusunan makalah ini, saya menggunakan metode studi
pustaka. Selain dengan menggunakan buku cetak sebagai refrensi, saya juga
melakukan studi pustaka dengan menggunakan media internet.
1.5 Sistematika Penulisan
Penyusunan makalah ini terdiri dari tiga bagian, yaitu
bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir. Pada bagian awal yaitu cover, kata
pengantar dan daftar isi.
Kemudian pada bagian utama penulis membagi menjadi tiga bab
yaitu :
Bab
pertama merupakan pendahuluan yang terdiri dari : (1) Latar belakang, (2)
Rumusan masalah, (3) Tujuan penulisan, (4) Metode penulisan, dan (5)
Sistematika penulisan
Bab kedua berisi uraian, yang terdiri dari : Pengertian
potensi, Cara meningkatkan kesadaran remaja dalam menggali potensi diri,
Hal yang harus dihindari ketika menggali potensi diri, Orang-orang yang
berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan kesadaran remaja terhadap
potensinya.
Bab ketiga merupakan penutup, yang berisi kesimpulan dari
seluruh makalah ini, penutup dari penulis, serta daftar pustaka.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Potensi
Menurut Udo
Yamin Efendi Majdi (2007: 86), kata potensi adalah serapan dari bahasa
Inggris: potencial. Artinya ada dua kata, yaitu, (1) kesanggupan;
tenaga (2) dan kekuatan; kemungkinan.
Sedangkan
menurut kamus besar bahasa Indonesia, definisi potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan,
kekuatan, kesanggupan, daya.
Intinya
secara sederhana, potensi
diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam
dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan
latihan dan sarana yang memadai.
2.2 Cara Meningkatkan Kesadaran Remaja
dalam Menggali Potensi Diri
Seperti yang telah saya paparkan di atas, tingkat usaha dan kesadaran
remaja dalam menggali potensinya masih sangat rendah. Untuk itu saya ingin
memberikan beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran para remaja
2.2.1
Remaja Harus
Berani Mengambil Jalan yang Berbeda
Dalam hal ini remaja harus mampu
mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang ditempuh banyak orang. Sebagai
contoh, jika banyak orang lebih senang menghabiskan waktu luangnya dengan
berbagi status di sosial media. Kita, para remaja sebaiknya menghabiskan waktu
luang dengan bermain alat musik, berlatih bela diri, bimbingan belajar, ataupun
kegiatan-kegiatan lain yang dapat menggali potensi.
2.2.2
Tidak
Memperdulikan Perkataan Orang Lain
Dalam hal ini, tidak
semua masukan dari mereka harus diabaikan. Maka dari itu, remaja dituntun untuk
memilih masukan mana yang harus mereka terima dan mana yang harus diabaikan.
Masukan yang harus mereka terima tentu saja berupa perkataan-perkataan yang
membangun, sebaliknya masukan yang harus diabaikan berupa perkataan yang dapat
menjatuhkan semangat mereka untuk maju.
2.2.3
Mengetahui Apa
yang Ingin Remaja Lakukan dengan Hidupnya
Dengan mengetahui tujuan hidup ke depan, remaja menjadi
focus beraktivitas demi mewujudkan mimpi dan tidak mempunyai waktu untuk
hal-hal yang tidak penting.
2.2.4
Berpikir Positif
Remaja selalu berusaha untuk
mengambil hikmah dari semua kejadian dalam hidupnya. Menang atau kalah,
berhasil atau gagal itu merupakan hal yang sering dan biasa terjadi dalam
kehidupan. Untuk itu, remaja dituntun untuk berpikir positif dalam bertindak.
2.2.5
Bergerak
Cepat dalam Mencapai Tujuan
Remaja sering melupakan hal ini, remaja cenderung
bertindak “lamban” dalam mencapai tujuannya. “Lamban” dalam hal ini adalah
remaja cenderung menunda-nunda, dan selalu menganggap remeh suatu pekerjaan.
Ini yang selalu membuat para remaja gagal dalam mencapai tujuannya.
2.3 Hal yang Harus Dihindari Ketika
Menggali Potensi Diri
Ada beberapa hal yang sering membuat para remaja lupa pada
potensinya. Untuk itu, dalam menggali potensi remaja wajib menghindari hal
ataupun sifat yang dapat menghancurkan niat mereka, seperti;
2.3.1
Sifat
Egois
Egois merupakan motivasi untuk
mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri
sendiri. Egois berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak
peduli dengan penderitaan orang lain. Sifat egois sangat merajarela di kalangan
remaja, sifat egois cenderung memaksa kita untuk
balas dendam. Hanya karena hal sepele kita langsung merasa dendam. Maka sabar
menjadi salah satu kunci untuk menenangkan diri.
2.3.2
Rasa
Malas
Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas
diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya
atau sebaiknya dia lakukan. Oleh
karena itu, untuk menghindari perasaan malas tersebut remaja harus menumbuhkan
kebiasaan disiplin diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun
seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah
muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian.
2.3.3
Menunda
Pekerjaan
Beberapa
faktor yang mempengaruhi manusia untuk menunda pekerjaan adalah; (1) stress,
(2) rasa malas, (3) kurangnya motivasi, (4) kurangnya disiplin, (5) kebiasaan
buruk, dan (6) kurangnya keterampilan yang dibutuhkan. Oleh sebab itu remaja
bahkan orang dewasa lain wajib menghindari faktor-faktor tersebut guna mencegah
kebiasaan menunda. Remaja harus menanamkan dalam pikirannya “stop penundaan”,
karena pola
pikir membentuk kebiasaan. Kebiasaan membentuk karakter. Karakter membentuk nasib.
Nasib menguatkan pola pikir kembali.
2.4 Orang-orang yang Berperan Penting
dalam Meningkatkan Motivasi dan Kesadaran Remaja Terhadap Potensinya.
Selain kemauan dari diri sendiri, remaja juga
harus didukung oleh beberapa pihak, antara lain;
2.4.1
Orang Tua
Dalam
hal ini orang tua berperan sangat penting membimbing remaja untuk menggali
potensinya. Menurut
Stainback dan Susan (1999) peran orang tua antara lain:
(a) Peran sebagai fasilitator. Orang tua bertanggung jawab menyediakan diri
untuk terlibat dalam membantu belajar anak di rumah, mengembangkan keterampilan
belajar yang baik, memajukan pendidikan dalam keluarga dan menyediakan sarana
alat belajar seperti tempat belajar, penerangan yang cukup, buku buku pelajaran
dan alat-alat tulis. (b) Peran sebagai motivator. Orang tua akan memberikan
motivsi kepada anak dengan cara meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas
rumah, mempersiapkan anak untuk menghadapi ulangan, mengendalikan stres yang
berkaitan dengan sekolah, mendorong anak untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan
sekoalah dan memberi penghargaan terhadap prestasi belajar anak dengan memberi
hadiah maupun kata-kata pujian. (c) Peran sebagai pembimbing atau pengajar.
Orang tua akan memberikan pertolongan kepada anak dengan siap membantu belajar
melalui pemberian penjelasan pada bagian yang sulit dimengerti oleh anak,
membantu anak mengatur waktu belajar, dan mengatasi masalah belajar dan tingkah laku anak yang kurang baik.
membantu anak mengatur waktu belajar, dan mengatasi masalah belajar dan tingkah laku anak yang kurang baik.
2.4.2
Guru
Guru merupakan salah satu pihak penting dalam
meningkatkan kesadaran dan motivasi remaja. Untuk itu, guru wajib membimbing
para remaja dalam menggali potensinya, dengan cara; (1) Menjelaskan tujuan
belajar ke peserta didik, (2) memperkenalkan saingan dan kompetisi kepada
peserta didik, (3) memberikan penghargaan ataupun hukuman, dan (4) Membentuk
kebiasaan belajar yang baik.
2.4.3
Teman
Peran
seorang teman sangatlah penting dikalangan remaja, karena teman adalah hal yang
membantu kita dalam menemukan jati diri. Ketika dalam proses pencarian jati
diri, teman juga akan mempengaruhi bagaimana sikap kita. Biasanya ketika
menemukan kecocokan dengan temannya seseorang akan mudah terpengaruh dengan
temannya tersebut. Diposisi inilah teman berperan dalam menentukan sifat
seseorang apabila seorang remaja tidak bisa membatasi mana hal yang baik dan
hal yang buruk. Karena kebanyakan apabila sudah menjadi teman akrab ia tidak
akan pernah memperhatikan hal baik atau buruk asalkan dilakukan bersama. Hal
ini lah yang harus diperhatikan agar seorang remaja tidak terjerumus ke hal-hal
buruk.
BAB
3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
(1) Potensi
diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam
dan mempunyai kemungkinan untuk
dikembangkan jika didukung dengan
latihan dan sarana yang memadai
(2)
Cara meningkatkan kesadaran remaja dalam
menggali potensi diri yaitu: berani mengambil jalan yang berbeda, tidak
mendengarkan perkataan negative dari orang lain, mengetahui apa yang ingin
dilakukan remaja dengan hidupnya, berpikir positif, dan bergerak cepat dalam
mencapai tujuan.
(3)
Beberapa hal yang harus dihindari ketika
menggali potensi yaitu: sifat egois, rasa malas, dan menunda pekerjaan.
(4)
Orang tua, guru, dan teman merupakan
orang-orang yang sangat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan
motivasi pada remaja.
3.2 Saran
Pada kenyataannya, pembuatan makalah ini
masih bersifat sangat sederhana dan tak lepas dari kesalahan. Oleh sebab itu
dalam penyusunan makalah inipun masih memerlukan kritikan dan saran bagi
pembahasan materi tersebut.
Daftar Pustaka
Majdi, Udo Yamin Efendi. (2007). Quranic
Quotient. Jakarta: Qultum Media.
Ollie. (2014). The Power In You.
Jakarta: GagasMedia
Habsari, Sri. (2005). Bimbingan
& Konseling SMA kelas XI. Jakarta: Grasindo
Prihadhi, Endra K. (2004). My
Potensi. Jakarta: Elek Media Komputindo.
Wiyono, Slamet. (2006). Managemen
Potensi Diri. Jakarta: PT Grasindo.
http://dheeazz.blogspot.com/
https://grahalcc.wordpress.com/2011/05/12/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa/
http://zoneblog123.blogspot.com/2015/03/peran-sahabat-atau-teman-di-kalangan.html
